Dikbud Madiun Gabung 38 SD Jadi 19 Akibat Kekurangan Siswa

Inilah lokasi SDN Wayut 1 yang berada di Desa Wayut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. (net)

Loka, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun meregrouping atau menggabungkan 38 sekolah dasar (SD) negeri menjadi 19 sekolah mulai tahun ajaran 2026/2027. Kebijakan tersebut diambil karena sejumlah sekolah memiliki jumlah peserta didik yang sedikit serta berada dalam lokasi yang berdekatan.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Madiun, Suparnoto, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan sejumlah sekolah yang diregrouping berada dalam satu kawasan yang sama, bahkan ada yang berada dalam satu halaman.

โ€œHasil evaluasi kami sebanyak 38 sekolah itu berdekatan. Bahkan ditemukan ada yang satu halaman. Selain itu ada sekolah yang memiliki peserta didik yang jumlahnya sangat kecil. Makanya kami putuskan untuk regrouping,โ€ kata Suparnoto, Rabu (10/6/2026).

Atasi Ketimpangan Guru

Menurut Suparnoto, penggabungan sekolah juga menjadi salah satu solusi untuk mengatasi ketimpangan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah dasar. Guru dari sekolah yang diregrouping nantinya akan didistribusikan ke sekolah lain yang masih kekurangan tenaga pengajar.

โ€œKalau satu guru hanya mengajar 10 atau kurang dari 10 siswa maka tentu kurang efektif. Untuk itu langkah regrouping dilakukan agar kebutuhan guru bisa lebih merata,โ€ ujarnya.

Selain tenaga pendidik, sarana dan prasarana sekolah yang terdampak regrouping akan menjadi aset sekolah induk. Sementara itu, aset berupa bangunan sekolah akan diserahkan kembali kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun.

Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru

Suparnoto mengatakan kebijakan regrouping tersebut telah mendapatkan persetujuan Bupati Madiun dan ditargetkan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027.

Salah satu sekolah yang terdampak kebijakan itu adalah SDN 1 Wayut, Kecamatan Jiwan, yang akan digabung dengan SDN 3 Wayut. Jarak kedua sekolah tersebut hanya sekitar 500 meter.

Kepala SDN 1 Wayut, Sri Hartatik, mengatakan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya masih berlangsung normal karena surat keputusan (SK) regrouping belum diterbitkan. โ€œSampai sekarang ini kegiatan belajar dan mengajar seperti biasa karena SK belum kami terima. Untuk itu kami masih tetap menggelar penerimaan siswa baru,โ€ kata Sri.

Menurut dia, seluruh siswa dan tenaga kependidikan SDN 1 Wayut nantinya akan dipindahkan ke SDN 3 Wayut setelah SK resmi diterbitkan. (ann/red)

 

 

Bagikan

Penulis

Menu Aksesibilitas โœ•
๐ŸŒ“
Contrast
ๅคง
Bigger Text
๐Ÿ
Grayscale
๐Ÿ”„
Reset