Loka, Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, menggelar Festival Bambu tahun 2026 yang menjadi wadah pelestarian lingkungan sekaligus sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai wujud keseimbangan ekologi dan ekonomi.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengatakan Festival Bambu yang kini memasuki tahun ketiga tersebut merupakan simbol kolaborasi lintas sektor yang telah terjalin dengan baik antara pemerintah, swasta, komunitas, pegiat lingkungan, UMKM, dan masyarakat Magetan.
“Festival Bambu ini mengajarkan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh merusak lingkungan, namun juga harus menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian ekologi,” ujar Bupati Nanik saat membuka Festival Bambu Chapter III di halaman GOR Ki Mageti, Magetan, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, pengelolaan lingkungan hidup harus dimulai dari perubahan perilaku sehari-hari, dimulai dari rumah, sekolah, hingga komunitas terkecil.
“Momentum Festival Bambu ini mengingatkan kita semua bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa ditunda lagi, perubahan harus dimulai dari hal kecil yang dilakukan secara konsisten,” katanya.
Bupati juga menyampaikan bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Magetan dalam mewujudkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Eco Bamboo Park merupakan langkah strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Magetan Saif Muchlisun mengatakan bahwa Festival Bambu diselenggarakan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan ini juga merupakan upaya untuk memberdayakan potensi lokal Magetan, khususnya komoditas bambu yang memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomis.
“Festival ini juga dalam rangka memberdayakan potensi lokal, yaitu produk bambu. Makanya setiap tahun kita gelar Festival Bambu ini, termasuk menampilkan produk-produk unggulan Kabupaten Magetan utamanya dari bahan bambu,” kata Muchlisun.
Menurut dia, bambu memiliki banyak manfaat, mulai dari fungsi ekologis seperti menyimpan air dan menyerap karbon, hingga potensi ekonomi yang sangat besar.
“Festival ini juga menjadi momentum untuk mendukung pemberdayaan UMKM lokal, melestarikan kesenian tradisional, dan memupuk kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.
Festival Bambu 2026 berlangsung pada tanggal 12-21 Juni 2026, mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, bertempat di Halaman GOR Ki Mageti, Magetan.
Beragam kegiatan menarik telah disiapkan untuk memeriahkan acara, di antaranya pameran stan kreasi bambu, lomba masak rebung, bazar UMKM dan kuliner kuno-kini, penyerahan Penghargaan Lingkungan Hidup, dan berbagai wahana mainan.
Selain itu, pengunjung juga akan dihibur oleh pertunjukan Srikandi Art Dance, Musik Tongkling Sanggar Pringgowulung Kamulan Budaya Dharmawangsa, lomba fesyen show Batik Bambu, pentas seni pelajar, atraksi angklung dan egrang, serta hiburan campursari.. (ann/red)







