Loka, Surabaya β SobatLoka, anjing adalah salah satu hewan yang dinilai bisa membawa kebahagiaan bagi pemiliknya. Namun, di balik ekor yang bergoyang gembira dan mata yang berbinar, ada tanggung jawab besar yang berjalan dalam jangka panjang. Mengadopsi anjing, bukanlah Β tren sesaat, melainkan sebuah komitmen seumur hidup.
Banyaknya kasus penelantaran hewan di kota-kota besar sering kali dipicu oleh kurangnya kesiapan pemilik baru. Mereka terlanjur jatuh cinta pada kelucuan fisik si anjing tanpa memikirkan konsekuensi perawatan ke depan.
Nah, jika SobatLoka, sedang berencana untuk memelihara anjing dan menyelamatkannya dari shelter anjing, berikut adalah beberapa tips krusial yang perlu dipertimbangkan:
- Evaluasi Gaya Hidup dan Waktu Anda
Anjing adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi. Sebelum memutuskan, tanyakan pada diri sendiri: seberapa banyak waktu luang yang Anda miliki dalam sehari?
Jika kalian seorang pekerja kantoran yang menghabiskan waktu 12 jam di luar rumah, mengadopsi anak anjing (puppy) yang membutuhkan perhatian ekstra untuk potty training tentu bukan pilihan bijak. Sebagai alternatif, mengadopsi anjing dewasa yang cenderung lebih tenang bisa menjadi opsi yang lebih realistis dengan gaya hidup.
- Hitung Kesiapan Finansial
Biaya adopsi anjing mungkin murah atau bahkan gratis jika mengambilnya dari tempat penampungan. Namun, biaya “perawatannya” adalah cerita lain. Kalian harus siap mengalokasikan anggaran rutin untuk:
- Makanan berkualitas sesuai kebutuhan gizinya.
- Vaksinasi tahunan dan obat cacing/kutu.
- Biaya darurat ke dokter hewan jika anjing sakit.
- Perawatan rambut (grooming) dan perlengkapan harian.
Memelihara hewan peliharaan adalah bentuk komitmen finansial. Kesejahteraan mereka sepenuhnya bergantung pada kestabilan dompet dan kerelaan kita dalam menyisihkan pendapatan.
- Pilih Karakter
Banyak pemula terjebak memilih anjing hanya karena penampilannya yang menggemaskan atau karena rasnya sedang populer di media sosial. Padahal, setiap ras memiliki tingkat energi dan kebutuhan yang berbeda.
Anjing ras Husky atau Golden Retriever, misalnya, memiliki energi tinggi dan membutuhkan olahraga rutin setiap hari. Jika mereka bosan, mereka bisa menjadi destruktif di dalam rumah. Kenali karakter anjing tersebut saat mengunjungi shelter, dan pilihlah yang energinya paling cocok dengan dinamika rumah tangga.
- Siapkan Rumah dan Anggota Keluarga
Pastikan seluruh penghuni rumah menyetujui keputusan ini. Alergi, rasa takut, atau ketidaksukaan salah satu anggota keluarga bisa memicu konflik di kemudian hari. Selain itu, lakukan dog-proofing di rumah: amankan kabel listrik, simpan tanaman hias yang beracun bagi anjing, dan pastikan pagar rumah cukup tinggi agar anjing tidak meloloskan diri.
- Utamakan Adopsi
Mengapa memilih jalur adopsi? Di luar sana, ada ribuan anjing terlantar yang menunggu kesempatan kedua untuk dicintai. Dengan mengadopsi dari shelter atau komunitas penyelamat hewan (animal rescue), tidak hanya menyelamatkan satu nyawa, tetapi juga memberikan ruang bagi hewan terlantar lainnya di shelter tersebut. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung gerakan kesejahteraan hewan di Indonesia.
Mengadopsi anjing akan mengubah hidup secara dramatis. Proses adaptasi mungkin akan terasa berat pada beberapa minggu pertama, namun kesabaran dan kasih sayang yang diberikan akan dibalas dengan kesetiaan tanpa syarat yang tidak ternilai harganya. (yg/red)





