Loka, Lumajang – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini dilaporkan mengalami erupsi yang disertai Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai 2 kilometer pada Senin pagi (4/5/2026).
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengonfirmasi, letusan utama terjadi pada 07.44 WIB. Tinggi kolom abu vulkanik teramati mencapai 1.200 meter di atas puncak, atau sekitar 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Tujuh Kali Erupsi dalam Satu Pagi
Berdasarkan data seismogram, erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 12 mm dan durasi sekitar 3 menit 10 detik. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu tebal terpantau condong mengarah ke barat daya.
Catatan petugas menunjukkan sejak 05.38 WIB hingga 10.00 WIB, Semeru telah mengalami rentetan erupsi sebanyak tujuh kali dengan ketinggian kolom letusan bervariasi antara 500 hingga 1.200 meter.
“Letusan pagi ini disertai awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 2 kilometer yang mengarah ke tenggara atau ke arah Besuk Kobokan,” jelas Sigit dalam laporan tertulisnya.
Radius Bahaya 13 KM
Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga). Mengingat potensi bahaya yang ada, pihak otoritas mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat dan wisatawan.
Di sektor tenggara, dilarang melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 km dari pusat erupsi. Di luar jarak 13 km, masyarakat diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km.
Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak karena risiko lontaran batu pijar.
Waspada Lahar Dingin
Selain ancaman awan panas, petugas juga memberikan peringatan dini terkait potensi banjir lahar, terutama saat intensitas hujan meningkat di wilayah puncak.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap aliran lahar di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai kecil di sekitarnya.
Pemerintah daerah dan petugas pos pengamatan terus memantau perkembangan visual maupun seismik guna memberikan informasi terkini bagi keselamatan warga lereng Semeru.(yg/red)







