Kemdiktisaintek : Kolaborasi Harus Jadi Mesin Penggerak Riset

ilustrasi perempuan ahli fisika/copyright unsplash.com/Lars Kienle
ilustrasi perempuan ahli fisika/copyright unsplash.com/Lars Kienle

Loka, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyebut, di masa mendatang, kolaborasi dengan institusi global tidak lagi hanya soal perluasan akses, melainkan harus menjadi mesin penggerak riset dan inovasi yang berdampak langsung pada pembangunan nasional.

Visi tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, dalam forum 5th Education Investment Forum (EIF) 2026 bertajuk “Funding the Future of Learning” di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Menurut Fauzan, tantangan pembangunan jangka panjang menuntut Indonesia untuk lebih selektif dalam menjalin kemitraan strategis. Kerja sama internasional harus mampu menyentuh sektor-sektor krusial seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan yang relevan dengan kebutuhan dalam negeri.

“Kerja sama internasional tidak cukup dimaknai sebagai perluasan akses pendidikan, tetapi harus diarahkan untuk mendorong kemitraan strategis yang berdampak terhadap kebutuhan pembangunan nasional jangka panjang,” ujar Fauzan dalam keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan, kunci keberhasilan kolaborasi terletak pada pemahaman terhadap kesenjangan (gap) yang ada. Dengan memetakan celah antara kapasitas nasional dan standar global, model kemitraan yang dibangun akan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat timbal balik yang optimal.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam mentransformasi sistem pembelajaran serta memperkuat ekosistem riset nasional. Kemdiktisaintek kini lebih terbuka terhadap skema kerja sama yang adaptif, mulai dari kolaborasi riset hingga pengembangan program bersama yang selaras dengan prioritas nasional.

“Kemitraan yang dirancang secara terarah dan berkelanjutan akan menjadi faktor penting dalam memperkuat kontribusi riset dan pendidikan terhadap pembangunan nasional,” tutur Fauzan.

Forum EIF 2026 sendiri menjadi ajang krusial yang mempertemukan perwakilan pemerintah dengan institusi global. Dalam pertemuan tersebut, para pemangku kepentingan berbagi pengalaman mengenai penyesuaian model kerja sama dan penguatan kolaborasi dengan mitra lokal guna memastikan investasi di bidang pendidikan tepat sasaran. (yg/red)

Bagikan

Penulis

Menu Aksesibilitas
🌓
Contrast

Bigger Text
🏁
Grayscale
🔄
Reset