HJKS ke-733 Jadi Momentum Surabaya Masuk Peta Wisata Nasional

Foto :(Istimewa)

Loka,Surabaya – Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun ini menandai transformasi besar bagi Kota Pahlawan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak lagi sekadar menggelar seremoni tahunan, melainkan mendorong penguatan city branding yang mengintegrasikan festival budaya dengan pemberdayaan ekonomi lokal secara masif.

Melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar), Surabaya tahun ini mengusung konsep persatuan dalam keberagaman yang kokoh.

Gebrakan paling signifikan adalah masuknya dua agenda unggulan Surabaya ke dalam kurasi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan pengakuan dari Kementerian Pariwisata ini menjadi peluang besar untuk mengatrol posisi Surabaya sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

“Masuknya dua event dalam KEN menjadi pengakuan sekaligus peluang besar untuk memperkuat posisi Surabaya. Kami ingin momen ini dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Herry, Sabtu (25/4/2026).

Agenda Unggulan dan Inovasi Wisata

Dua magnet utama HJKS ke-733 yang masuk dalam kalender KEN adalah Festival Rujak Uleg: Rujak-Phoria yang akan digelar 9 Mei 2026 di Surabaya Expo Center (SUBEC), serta Surabaya Vaganza: Festival of Lights pada 16 Mei 2026. Surabaya Vaganza tahun ini dipastikan akan memukau publik dengan pendar cahaya dari Jalan Pahlawan hingga Balai Kota.

Tak hanya festival, Pemkot Surabaya juga meramu strategi ekonomi melalui, Surabaya Shopping Festival (SSF). Tujuannya adalah mendorong denyut perdagangan di mal dan pusat belanja.

Lalu ada program tur kota gratis setiap hari Jumat hasil kolaborasi dengan Bank Jatim serta promosi tiket Rp733 yang berlaku di berbagai destinasi wisata selama akhir pekan di bulan Mei.

Ruang Bagi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Redaksi mencatat, poin krusial dalam perayaan kali ini adalah pelibatan nyata pelaku ekonomi akar rumput. Pemkot menyediakan ruang khusus bagi UMKM dalam setiap event besar.

Langkah ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan okupansi hotel dan lonjakan kunjungan wisatawan yang berujung pada kesejahteraan warga.

“Kami menggandeng berbagai mitra strategis mulai dari Grab, KAI, hingga Bluebird untuk memastikan aksesibilitas wisatawan terjaga dengan baik,” imbuh Herry.

Pelibatan komunitas lokal, pegiat seni, hingga generasi muda dalam aktivasi digital juga menjadi kunci agar perayaan ini tetap relevan dengan tren masa kini.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, HJKS ke-733 diharapkan menjadi katalisator bagi Surabaya untuk berbicara lebih banyak di kancah pariwisata internasional. (ss/red)

Bagikan

Penulis

Menu Aksesibilitas
🌓
Contrast

Bigger Text
🏁
Grayscale
🔄
Reset