Prasasti Puhsarang, Bukti Kejayaan Kediri

Prasasti Puhsarang di Kabupaten Kediri. Foto : (Lokawarta/Yovinus Guntur)

Loka, Kediri – Selain dikenal sebagai kota Tahu dan kemegahan Gereja Puhsarang yang ikonik dengan arsitektur lokalnya, di Kabupaten Kediri tersimpan sebuah narasi sejarah dari abad ke 11. Prasasti Puhsarang, sebuah artefak batu yang berasal dari masa Kerajaan Kadiri, menjadi saksi bisu dinamika sosial-politik dan pengakuan wilayah pada masa itu.

Terletak di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Prasasti Puhsarang bukan sekadar bongkahan batu bertulis. Melainkan dokumen legal pada masanya.

Berdasarkan pembacaan para epigraf, prasasti ini diterbitkan pada era Raja Sri Jayabhaya, penguasa legendaris Kediri yang terkenal dengan ramalannya.

Isi utama dari prasasti ini berkaitan dengan penetapan Sima (daerah bebas pajak). Raja memberikan anugerah kepada penduduk desa Puhsarang atas jasa-jasa mereka terhadap kerajaan atau pemeliharaan bangunan suci.

Dalam teksnya, disebutkan juga mengenai upacara penetapan Sima yang dihadiri oleh para pejabat kerajaan (samget). Ritual ini biasanya melibatkan penyembelihan ayam, pembacaan kutukan (sapatha) bagi siapa saja yang melanggar ketentuan raja, serta pesta rakyat sebagai bentuk syukur.

Tulisan di Prasasti Puhsarang. Foto : (Lokawarta/Yovinus Guntur)

SobatLoka, keberadaan prasasti ini mempertegas identitas Kediri sebagai pusat peradaban yang tidak hanya kuat secara militer, tetapi juga tertata secara administratif dan kaya akan nilai-nilai kearifan lokal.

Prasasti Puhsarang adalah potret birokrasi maju di masa Kediri. Ia menunjukkan bagaimana raja menjalin hubungan timbal balik dengan masyarakat pedesaan melalui pemberian status ekonomi khusus.

Prasasti yang dikenal juga dengan sebutan Prasasti Bhamba ini, memiliki karakteristik fisik yang unik dibandingkan prasasti-prasasti sezaman di Jawa Timur. Dibuat pada tahun 1024 Saka (1102 Masehi), prasasti ini berasal dari batu andesit. Terletak di area lereng Gunung Klotok dan isi utamnya adalah penetapan wilayah Sima dan penghormatan kepada tokoh bernama Bhamba

Uniknya lagi, lokasi penemuan prasasti berada di kawasan yang kini menjadi pusat ziarah umat Katolik. Hal ini menunjukkan bahwa Puhsarang sejak dahulu kala memang dianggap sebagai “tanah suci” atau wilayah yang memiliki nilai spiritual tinggi, melintasi batas zaman dan agama. (yg/red)

Bagikan

Penulis

Menu Aksesibilitas
🌓
Contrast

Bigger Text
🏁
Grayscale
🔄
Reset