Loka, Surabaya – Sejalan dengan penguatan standar kesejahteraan satwa (animal welfare), manajemen Kebun Binatang Surabaya (KBS) mengonfirmasi telah menghentikan secara total praktik wisata menunggangi gajah.
Langkah ini mempertegas komitmen lembaga konservasi di Kota Pahlawan tersebut dalam mematuhi regulasi nasional sekaligus merespons tuntutan publik akan etika memperlakukan satwa.
Kepala Seksi Humas KBS, Lintang Ratri, mengungkapkan,kebijakan tersebut bukan hal baru bagi internal mereka. KBS telah mengambil inisiatif mandiri sebelum instruksi pemerintah pusat.
“Kami sudah menghentikan operasional tunggang gajah sejak November 2025,” jelas Lintang di Surabaya.
Sebagai pengganti atraksi yang selama ini menjadi favorit pengunjung, KBS melakukan transformasi kreatif. Di area yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas menunggang satwa hidup, kini disediakan wahana gajah motor listrik.
Selain itu, interaksi fisik dialihkan menjadi aktivitas edukatif berupa feeding atau pemberian makan gajah secara langsung di bawah pengawasan keeper. “Atraksi satwa kita ganti dengan edukasi feeding. Tujuannya agar interaksi manusia dan satwa tetap terjaga tanpa mengesampingkan aspek etika,” tambahnya.
Dukungan Regulasi Nasional dan Inpres
Kebijakan lokal ini berkelindan dengan komitmen tegas pemerintah pusat. Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI pertengahan April lalu, menyatakan pelarangan wisata gajah tunggang adalah harga mati untuk melindungi populasi gajah yang kian terancam.
“Kebijakan ini diambil untuk melindungi keselamatan serta menjamin kesejahteraan (animal welfare) gajah,” tegas Rohmat.
Keseriusan ini dijadwalkan bakal diperkuat melalui Instruksi Presiden (Inpres) yang akan diterbitkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Inpres tersebut diproyeksikan tidak hanya melarang praktik eksploitasi gajah di seluruh lembaga konservasi nasional, tetapi juga mencakup langkah strategis pemulihan habitat gajah di Sumatera dan Kalimantan.
Melalui langkah ini, KBS berharap dapat menjadi motor penggerak bagi kebun binatang lain di Indonesia untuk beralih dari hiburan yang bersifat eksploitatif menuju wisata edukasi yang lebih manusiawi dan berkelanjutan. (yg/red)







