Cintailah Lingkungan, Maka Lingkungan akan Mencintaimu

Suara warga adalah artikel atau opini pribadi penulis dan bukan representasi redaksi Loka Warta.

Lingkungan Hidup Indonesia. (Ilustrasi: SoCore Energy)

Bumi diciptakan dengan segala isinya memiliki segala sesuatu yang baik bagi semua umat manusia.

Namun, proses pengembangan inovasi dan teknologi dari manusia menyebabkan banyaknya perubahan signifikan di tempat yang kita tinggali.

Ada kalanya perubahan tersebut mengarah pada perbaikan yang positif, tetapi tak jarang juga merusak lingkungan.

Mulai dari pencemaran limbah baik yang ada di darat, udara dan air sehingga menyebabkan posisi manusia semakin lama meluntur.

Tidak hanya itu saja, banyak orang berpikiran skeptis dan gundah gulana dengan bumi yang selama dia tempati : apakah bumi masih layak untuk didiami atau sebaliknya?

Sebuah pertanyaan dan pernyataan yang harus kita renungkan sehingga membuat kita terus berbuat yang terbaik bagi manusia dan kemaslahatan alam.

Perubahan mindset atau cara berpikir adalah cara utama dalam menjadikan dunia kembali indah. Proses perubahan sikap dari manusia yang skeptis dan egois ini memang tidak mudah diubah tanpa adanya kilas balik dalam lingkungan keluarga.

Keluarga adalah satu-satunya lembaga yang dapat mengadakan pemikiran-pemikiran positif bagi masyarakat.

Kesadaran setiap insan manusia timbul dari keluarga masing-masing, jika mau terus dipupuk bahkan menghasilkan kedisiplinan, sikap tanggung jawab dan kesetiaan dalam menata kembali lingkungan dalam scope terkecil.

Dalam scope yang agak luas, interaksi lingkungan serta kesadaran lingkungan dimulai dari kebersamaan warga yang selalu mau bekerja bakti dalam mengelola dan membuang sampah, bukan hanya membayar iuran sampah.

Alhasil, dari kerja bareng tersebut dapat menyempurnakan keasrian lingkungan ke dalam internal keluarga dan kampung sekitarnya.

Selanjutnya, yang perlu diteruskan ada kerja-kerja aktif dengan pemerintah untuk mengelola sampah menjadi hal yang bermanfaat.

Sebagai contoh bank sampah yang dikelola dalam satu RW. Ini dapat menghasilkan income atau pendapatan yang lumayan serta mendidik orang agar melakukan pilah sampah dengan benar.

Hal lain adalah mengelola sampah menjadi magot dan lainnya, sehingga membuat langkah sederhana sebagai contoh positif dalam menjalankan keseharian hidup.

Kolaborasi ini membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak agar terus berkembang kearah yang lebih nyata termasuk pemerintah.

Aksi-aksi tersebut selaras dengan tema Hari Bumi yang ke-56 “Our Power Our Planet” (kekuatan kita kekuatan planet). Tema ini mengajak semua pihak menekankan kesadaran kolektif agar melakukan perawatan dan pelestarian lingkungan dimulai dari yang terkecil yakni keluarga.

Dari keluarga, tumbuh kepedulian kecil yang jika digetoktularkan kepada masyarakat dapat menjadi sebuah hal yang besar dan berdampak luar bagi masyarakat sekitarnya.

Kepedulian dan kerja sama itu harus dilakukan mulai sekarang. Tentunya, perlu kontinuitas dan konsistensi jika mau berkembang menjadi senantiasa lebih baik. Jadi, tunggu apalagi? Cintailah lingkunganmu, maka lingkunganmu akan mencintaimu.(*)

Penulis : Petrus Titus Reawaruw

Alumni Pengkajian Amerika, Ketua komunitas Informasi Masyarakat dan LPMK Pucang Sewu

Alumni S- 2 Pengkajian Amerika Universitas Gadjah Mada Jogyakarta

Bagikan

Penulis

Menu Aksesibilitas
🌓
Contrast

Bigger Text
🏁
Grayscale
🔄
Reset