Antisipasi Hantavirus, Dinkes Surabaya Perketat Pengawasan

Hantavirus. Foto: ( Getty Images/Sinenkiy)

Loka, Surabaya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus positif yang terkonfirmasi di Kota Pahlawan, langkah preventif mulai diambil guna memastikan keamanan warga.

Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan, secara medis Hantavirus bukanlah jenis penyakit baru. Virus yang ditularkan melalui hewan pengerat atau tikus ini umumnya bersifat sporadik dan belum menunjukkan pola lonjakan kasus yang masif seperti penyakit menular lainnya.

“Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru. Sudah lama ada dan penularannya dari tikus. Sampai sekarang di Surabaya belum ada kasus yang terbukti positif,” jelas dr. Billy, Jumat (8/5/2026).

Masyarakat diminta untuk mengenal karakteristik virus ini agar tidak terjebak dalam kepanikan. Gejala awal Hantavirus sering kali menyerupai flu biasa (common cold). Oleh karena itu, penguatan deteksi dini dan menjaga imunitas tubuh menjadi kunci utama.

Sebagai langkah nyata antisipasi, Dinkes Surabaya mendorong pengaktifan kembali pemindaian suhu tubuh elektronik di titik-titik transportasi publik, seperti bandara, pelabuhan, hingga terminal bus.

“Jika ditemukan masyarakat dengan suhu tubuh di atas normal saat memasuki pintu kedatangan, petugas akan segera melakukan pemantauan atau langkah pengawasan lebih lanjut,” tegas dr. Billy.

Menunggu Panduan Teknis

Terkait mekanisme skrining secara spesifik, Pemerintah Kota Surabaya saat ini masih menunggu arahan teknis dari Pemerintah Pusat. Diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menjalin komunikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyusun panduan resmi terkait prosedur skrining Hantavirus.

“Kami masih menunggu guidance dari Kementerian Kesehatan. Namun, secara internal Pemkot Surabaya tetap aktif berkoordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi dini di lapangan,” tambahnya.

Belajar dari pola penanganan pandemi sebelumnya, dr. Billy kembali mengingatkan warga untuk memperketat protokol kesehatan mandiri. Mengingat penularannya bersumber dari tikus, kebersihan lingkungan rumah menjadi faktor krusial.

Masyarakat diimbau untuk menjaga sanitasi lingkungan guna meminimalisir sarang tikus di sekitar hunian.Menerapkan pola hidup sehat dengan istirahat cukup dan asupan gizi seimbang dan menggunakan masker saat berada di ruang tertutup atau keramaian, terutama bagi mereka yang merasa kurang fit.

Langkah kewaspadaan ini sejalan dengan tren di beberapa negara Eropa yang mulai memperketat penggunaan alat pelindung diri (APD) sebagai respons terhadap dinamika penyakit menular global. (yg/red)

Bagikan

Penulis

Menu Aksesibilitas
🌓
Contrast

Bigger Text
🏁
Grayscale
🔄
Reset