Loka, Surabaya – Dinas Pendidikan Jawa Timur memastikan bahwa proses pengambilan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang berlangsung hingga 9 Juni 2026 akan dikawal maksimal. Begitu juga dengan verifikasi data ditutup pada 10 Juni 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan, saat ini di SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, dan SMAN 9 Surabaya, rata-rata dilakukan penambahan hingga 10 operator layanan di setiap sekolah guna mempercepat verifikasi.
Guna memastikan semua calon peserta didik terlayani, dinas membatasi kuota layanan harian sebanyak 200 peserta per sekolah dan tetap membuka posko pelayanan pada akhir pekan.
“Sabtu, Minggu bahkan hari libur pun kita juga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena kita tidak ingin lagi masyarakat merasa punya waktu cukup singkat untuk mengambil PIN,” tegas Aries.
Hingga hari ini, sekira 91 ribu calon murid terpantau telah mengamankan PIN mereka. PIN ini nantinya menjadi prasyarat mutlak sebelum calon siswa mendaftar ke jalur seleksi lanjutan, seperti jalur domisili (zonasi), afirmasi, maupun mutasi tugas orang tua.
Sebagai solusi administratif bagi sekolah yang belum menerbitkan Surat Keterangan Lulus (SKL), Dinas Pendidikan memperbolehkan calon murid menggunakan surat keterangan kelas IX agar hak mereka mendapatkan PIN tidak terkendala.
Sebelumnya, pemerintah Provinsi Jawa Timur mempermudah proses pengambilan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 melalui pengaturan jadwal layanan yang lebih fleksibel, penambahan operator, serta rentang waktu pelayanan lebih panjang bagi calon murid.
Hal ini ditegaskan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada awak media, Selasa (2/6/2026).Ia mengatakan hingga saat ini dari kuota layanan yang disediakan 1.495.200 kuota, tercatat 145.107 kuota telah terisi dan 114.070 calon murid telah tertangani. (yg/red)







