Menjaga Warisan Majapahit di Sidoarjo

Candi Pari di Sidoarjo. Foto : (Dania/Lokawarta)

Loka,Sidoarjo – Di tengah modernisasi Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sebuah jejak peradaban masa lalu masih berdiri kokoh dan anggun. Candi Pari, sebuah situs bersejarah bercorak Hindu dari abad ke-14, hingga kini terus memikat hati masyarakat dan pelancong sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya yang sarat makna.

Terletak di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, bangunan ikonik ini memancarkan aura kejayaan Kerajaan Majapahit melalui struktur bata merahnya yang khas. Berbeda dengan candi-candi di Jawa Timur pada umumnya, bentuk Candi Pari menyerupai gapura megah dengan sentuhan relief sederhana pada dindingnya sebuah bukti sahih tingginya cita rasa seni dan arsitektur para leluhur Nusantara.

Candi Pari diyakini memiliki ikatan historis yang kuat dengan para pembesar Majapahit. Pada zamannya, tempat suci ini difungsikan sebagai sarana pemujaan sekaligus penghormatan bagi kaum bangsawan. Kini, fungsi tersebut bertransformasi menjadi ruang edukasi terbuka yang hidup bagi generasi muda.

Keseruan belajar sejarah ini dirasakan langsung oleh Raihan, seorang siswa kelas 4 sekolah dasar asal Sidoarjo. Datang bersama keluarganya, ia tampak antusias mengagumi setiap sudut bangunan.

“Saya jadi tahu kalau di Sidoarjo ada candi peninggalan zaman Majapahit. Bentuknya unik dan bagus untuk belajar sejarah,” tutur Raihan dengan mata berbinar.

Struktur bata merah Candi Pari peninggalan Majapahit di Porong Sidoarjo. Foto : (Dania/Lokawarta)

Ketika akhir pekan dan musim liburan tiba, kawasan Candi Pari kerap dipadati oleh wisatawan lokal hingga rombongan studi tur sekolah. Menyadari potensi besar ini, pemerintah daerah bersama masyarakat setempat terus bersinergi melakukan perawatan rutin demi menjaga kelestarian situs dari gerusan zaman.

Selain menawarkan narasi sejarah yang kuat, Candi Pari juga menyuguhkan atmosfer pedesaan yang tenang dan asri. Pengunjung tidak hanya datang untuk membedah sejarah, tetapi juga memanfaatkan lanskap sekitar yang hijau untuk berswafoto dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga.

Keberadaan Candi Pari diharapkan tidak sekadar menjadi tumpukan bata merah masa lalu, melainkan tetap menjadi simbol warisan budaya yang membanggakan. Situs ini menjadi pengingat abadi bagi generasi muda akan pentingnya merawat akar identitas bangsa di tengah arus zaman. (dan/red)

 

Bagikan

Penulis

Menu Aksesibilitas
🌓
Contrast

Bigger Text
🏁
Grayscale
🔄
Reset